Indikator SPM radiologi rumah sakit dan cara menghitungnya

Empat indikator SPM radiologi menurut Kepmenkes 129/2008, rumus dan targetnya, serta kesalahan yang sering terjadi saat rekap bulanan.

Tim SIRAD5 menit baca

Judul artikel di samping dashboard SIRAD yang menampilkan utilisasi alat dan indikator SPM radiologi, dengan data demo.

Setiap bulan, instalasi radiologi diminta melaporkan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM). Angkanya terlihat sederhana, tapi hasilnya bisa sangat berbeda tergantung jam mana yang dicatat dan pemeriksaan mana yang dihitung. Artikel ini membahas keempat indikator satu per satu: definisinya, rumusnya, dan bagian yang paling sering keliru.

Dasar aturannya

Indikator SPM radiologi diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 129/Menkes/SK/II/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit. Lampirannya memuat profil setiap indikator: definisi operasional, frekuensi pengumpulan data, numerator, denominator, dan standar yang harus dicapai.

Untuk keempat indikator radiologi, data dikumpulkan setiap bulan dan dianalisis setiap tiga bulan. Selalu cocokkan juga dengan kebijakan mutu di rumah sakit Anda, karena beberapa rumah sakit menetapkan target internal yang lebih ketat.

Empat indikator dan targetnya

Indikator Standar
Waktu tunggu hasil pelayanan foto thorax Rata-rata paling lama 3 jam
Pelaksana ekspertise oleh dokter spesialis radiologi 100%
Kejadian kegagalan pelayanan rontgen (kerusakan foto) Paling banyak 2%
Kepuasan pelanggan Paling sedikit 80%

Waktu tunggu hasil foto thorax

Waktu tunggu dihitung sejak pasien difoto sampai hasil yang sudah diekspertise diterima. Jadi titik awalnya adalah saat pemeriksaan, bukan saat order dibuat atau saat pasien mendaftar.

  • Numerator: jumlah seluruh waktu tunggu hasil foto thorax dalam satu bulan
  • Denominator: jumlah pasien yang difoto thorax dalam bulan yang sama
  • Hasil: numerator dibagi denominator, yaitu rata-rata waktu tunggu

Contoh: dalam satu bulan ada empat pasien foto thorax dengan waktu tunggu 1 jam 30 menit, 2 jam, 4 jam, dan 2 jam 30 menit. Totalnya 10 jam, jadi rata-ratanya 2 jam 30 menit dan standar terpenuhi, walaupun satu pasien menunggu 4 jam.

Contoh itu menunjukkan kelemahan rata-rata. Satu-dua pasien yang menunggu sangat lama bisa tertutup oleh banyak pemeriksaan yang cepat. Karena itu, selain rata-rata, ada baiknya juga melihat berapa pemeriksaan yang melewati 3 jam.

Yang sering keliru

  • Jam mulai diambil dari jam order. Order sering dibuat jauh sebelum pasien datang ke radiologi, sehingga waktu tunggu terlihat lebih lama dari kenyataan.
  • Jam selesai diambil dari jam film dicetak. Yang dihitung adalah hasil yang sudah diekspertise, bukan citra yang sudah jadi.
  • Pemeriksaan thorax yang belum ada hasilnya diabaikan. Pemeriksaan ini perlu dicatat terpisah, bukan dibuang dari rekap, karena justru biasanya yang paling lama.

Ekspertise oleh dokter spesialis radiologi

Indikator ini memastikan setiap hasil pemeriksaan dibaca dan diverifikasi oleh dokter spesialis radiologi. Buktinya adalah tanda tangan dokter spesialis radiologi pada lembar hasil.

  • Numerator: jumlah hasil pemeriksaan yang dibaca dan diverifikasi oleh dokter spesialis radiologi dalam satu bulan
  • Denominator: jumlah seluruh pemeriksaan radiologi dalam bulan yang sama
  • Standar: 100%

Masalah yang umum muncul adalah hasil yang ditandatangani dokter umum atau residen saat jaga malam tanpa verifikasi ulang. Kalau rumah sakit memakai sistem elektronik, pastikan hanya akun dengan peran radiolog yang bisa memverifikasi hasil. Dengan begitu indikator ini bisa dibaca langsung dari data, tanpa memeriksa tanda tangan satu per satu.

Kerusakan foto

Kejadian kegagalan pelayanan rontgen diukur dari foto yang rusak dan tidak dapat dibaca, sehingga harus diulang.

  • Numerator: jumlah foto rusak yang tidak dapat dibaca dalam satu bulan
  • Denominator: jumlah seluruh pemeriksaan foto dalam bulan yang sama
  • Standar: paling banyak 2%

Angka ini hanya berguna kalau setiap foto ulang benar-benar dicatat, lengkap dengan alasannya. Misalnya posisi pasien, pasien bergerak, eksposur kurang atau berlebih, atau artefak. Tanpa alasan, rumah sakit hanya tahu angkanya naik, tapi tidak tahu apa yang perlu diperbaiki: pelatihan radiografer, kalibrasi alat, atau komunikasi dengan pasien.

Di radiografi digital, foto yang gagal sering langsung dihapus di konsol alat, sehingga tidak pernah tercatat. Kalau angka kerusakan foto di rumah sakit Anda selalu mendekati 0%, ada baiknya cek dulu apakah foto ulang memang dicatat.

Kepuasan pelanggan

Indikator keempat adalah pernyataan puas dari pasien terhadap pelayanan radiologi, dengan standar paling sedikit 80%.

  • Numerator: jumlah pasien yang disurvei dan menyatakan puas
  • Denominator: jumlah seluruh pasien yang disurvei

Berbeda dengan tiga indikator lain, angka ini berasal dari survei, bukan dari catatan pemeriksaan. Rumah sakit perlu menetapkan kuesioner, cara memilih responden, dan jadwal survei sendiri.

Menghitung dari data, bukan dari rekap manual

Tiga indikator pertama sebenarnya sudah tercatat dalam pekerjaan sehari-hari: jam pasien difoto, jam hasil diverifikasi, siapa yang memverifikasi, dan berapa kali foto diulang. Masalahnya, catatan itu sering tersebar di buku register, konsol alat, dan lembar hasil, sehingga harus dikumpulkan ulang setiap akhir bulan.

Dashboard SIRAD menampilkan utilisasi tiap alat modalitas dan tiga indikator SPM radiologi: waktu tunggu hasil foto thorax, ekspertise oleh dokter spesialis radiologi, dan kerusakan foto.
Dashboard SPM radiologi di SIRAD. Angka pada gambar adalah data demo.

Di SIRAD, ketiga indikator dihitung dari riwayat status setiap order:

  • Waktu tunggu foto thorax diukur dari jam pemeriksaan dimulai (atau jam citra pertama masuk, kalau jam mulai tidak dicatat) sampai jam ekspertise diverifikasi. Pemeriksaan thorax dikenali dari modalitas rontgen dan nama atau kode LOINC prosedurnya. Selain rata-rata, dashboard juga menampilkan berapa pemeriksaan yang selesai dalam 3 jam.
  • Ekspertise oleh dokter spesialis radiologi dihitung dari laporan terverifikasi yang diverifikasi oleh akun berperan radiolog.
  • Kerusakan foto dihitung dari jumlah foto ulang yang dicatat radiografer, dibagi jumlah pemeriksaan rontgen. Setiap foto ulang dicatat bersama alasannya, sehingga dashboard bisa menunjukkan alasan yang paling sering.

Kepuasan pelanggan belum dihitung di SIRAD, karena datanya berasal dari survei di luar sistem.

Kalau Anda ingin melihat cara kerjanya dengan data demo, jadwalkan demo dan kami tunjukkan dari order masuk sampai angka di dashboard.

Artikel lain